KERACUNAN KARBON MONOKSIDA ( CO )
CIREBON (Pos Kota) - Empat orang, satu di antaranya ulama kharismatik Cirebon, KH. Imam Ali, ditemukan tewas dalam mobil Mercedez Benz di Jalan Raya Kuningan-Cirebon , Rabu (11/4) pagi. Berdasarkan hasil visum Tim Forensik RS Gunungjati tadi malam, ditemukannya racun pada saluran pernafasan korban akibat menghirup asap knalpot yang masuk ke dalam kendaraan.
Menurut dokter forensik Hiesma Satyaka, setelah divisum luar, terdapat luka lebam tanda mayat . “Untuk jenis racunnya, masih menunggu satu atau dua hari dengan cara otopsi,” katanya. Kondisi mayat ketika ditemukan dalam kedaan mulut terbuka, sehingga sisa-sisa racun asap knalpot terdapat di tenggorokan.
MENGEJUTKAN PETINGGI NEGARA
Kabar meninggalnya ulama besar ini mengejutkan para petinggi negara. Bahkan, kalangan Istana Kepresidenan dikabarkan secara khusus akan datang ke Cirebon.
sejumlah pejabat akan hadir. Disebutkan juga Wakil Presiden, H. Yusuf Kalla juga akan datang.
BIASANYA KNALPOT BOCOR
Kasus tewasnya penumpang di dalam mobil biasanya bersumber dari bocornya saluran gas buang (knalpot), bukan dari gas air contioneer (AC).
Kalau freon AC nggak begitu berbahaya . Saya yakin itu dari kebocoran knalpot yang gasnya masuk ke dalam mobil, kepala bengkel Toyota .
Tapi masalah itu muncul karena knalpot mobil mereka bocor. Akibatnya, gas buang bahan bakar yang mengandung karbon monoksida masuk ke dalam mobil yang kaca jendelanya tertutup.
Sementara AC hidup dan kaca jendela mobil dalam keadaan tertutup. Sehingga udara yang mengandung karbon monoksida yang masuk dari bocornya knalpot tadi masuk dan hanya berputar-putar di dalam mobil. “Akibatnya, kedua remaja tersebut tewas karena banyak menghisap karbon monoksida,” jelasnya.
MENYELUSUP
Mekanisme ‘pembunuhan’ yang dilakukan karbon monoksida adalah menelusup dan masuk ke dalam pembuluh darah saat seseorang menghirupnya melalui nafas .
Lalu zat ini merusak pembuluh darah secara perlahan-lahan. Gejala awal yang muncul bagi mereka yang keracunan
karbon monoksida memang tidak banyak disadari orang awam .
“Biasanya orang yang menghirup merasakan lemas secara perlahan-lahan seperti ngantuk. Pada batas tertentu, zat ini akan mengakibatkan orang
pingsan dan mati lemas,” jelasnya.
Ahli forensik dr Zulhasmar memperkirakan keempatnya penumpang mobil meninggal karena keracunan CO (karbon monoksida). Zat itu bisa berasal dari kebocoran knalpot yang masuk ke dalam mobil lalu terhisap penumpang. Akibatnya, CO masuk dalam sistem pernafasan dan sampai ke paru-paru. “Korban tak merasa tercekik,” jelas Kepala Bagian Forensik RSCM ini. “ Sebaliknya, korban yang mulai menghisap CO justru merasa mengantuk lalu tertidur dan tewas.”
Ciri korban tewas keracunan CO
kulitnya berwarna merah terang seperti warna udang rebus. Pertolongan pada korban bisa dilakukan dengan memberi gas oksigen sehingga CO yang ada dalam tubuh bisa terbuang. “Namun untuk antisipasinya sebaiknya jika menggunakan kendaraan ber-AC maka kaca jendela dibuka 1 cm sampai 2 cm agar udara bebas tetap masuk.”